Apakah Aman Makan Salad Yang Telah Disimpan Dalam Waktu Lama?

Salad sekarang menjadi salah satu pilihan makanan sehat yang bisa menjaga berat badan. Kandungan gizinya yang padat ditambah dengan pengolahan praktisnya merupakan daya tarik utama dari menu sehat kaya nutrisi ini.

Beberapa waktu kemudian, bahkan salad siap makan dapat dengan mudah ditemukan di berbagai tempat, dari supermarket, restoran cepat saji, hingga penjual salad buatan sendiri. Hanya soal menuangi saus saus di atasnya, salad yang menyegarkan siap dinikmati.

Apakah Aman Makan Salad Yang Telah Disimpan Dalam Waktu Lama?
Apakah Aman Makan Salad Yang Telah Disimpan Dalam Waktu Lama?

Tapi, salad yang dijual bebas di pasaran tentu tidak bisa menjamin kesegaran. Bahkan, mungkin ada juga salad yang sudah disimpan sejak lama dan hanya didinginkan untuk menjaga kesegaran sayur atau buah.

Sebenarnya, berapa lama nutrisi dalam salad bisa bertahan?

Menurut Profesor di bidang Nutrisi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, salad adalah salah satu makanan sehat yang bisa disimpan. Meski begitu, salad tidak dapat disimpan di tempat sehingga tidak mudah terinfeksi mikroba atau kotoran lainnya.

“Salad bisa disimpan dulu di lemari es dan bila disimpan di kulkas akan mengurangi kualitasnya. Karena itu, menyimpannya jangan terlalu lama berhari-hari karena kesegaran saat mengkonsumsinya sangat penting.

Dalam penjelasannya, tidak ada periode waktu tertentu yang dapat menentukan kandungan gizi salad. Sebab, setiap jenis sayur atau buah memiliki karakteristik berbeda, termasuk daya tahan kesegaran.

Dokter spesialis konsultasi nutrisi klinis, Dr. Jovita Amelia, Sp.GK, mengatakan bahwa kesegaran salad dapat dilihat dengan mudah. Kita bisa melihat dari warna dan tekstur salad yang masih segar dan renyah saat dimakan.

“Ini sebenarnya sama kayanya dengan penyimpanan sayuran pada umumnya. Jadi jangan melihatnya dari hari karena setiap sayuran berbeda. Lihat saja sayurannya, jika masih bagus, segar, itu tidak masalah,” katanya .

Profesor Ali juga menambahkan bahwa hal terpenting adalah kebersihan salad yang kita makan. Terutama salad kemasan, proses pengemasan tentu membuat sayuran rentan terkontaminasi oleh mikroba dari sentuhan.

Jadi, sebelum menyimpan, cuci salad lagi dengan air hangat atau campuran cairan pembersih sayur dan tiriskan sayuran hingga mengering. Dengan begitu, salad akan lebih awet dan aman meski disimpan untuk waktu yang lama.

“Yang harus menjadi perhatian adalah saladnya adalah sayuran mentah, jadi proses pencuciannya harus bersih. Maka jika Anda bisa menggunakan sabun yang bisa menghilangkan pestisida dan mikroba, itu juga bisa digunakan,” pungkas Profesor Ali.

Leave a Reply