7 Makanan Sehat Yang Ternyata Tidak Sehat

Dalam beberapa tahun terakhir, tren gaya hidup sehat menjadi semakin populer, terutama di daerah perkotaan. Industri kuliner tidak ketinggalan tren ini.

Makanan sehat sekarang tidak lagi membosankan dan identik dengan rasanya yang tawar. Makanan sehat dengan penampilan dan rasa yang menarik lebih mudah ditemukan di supermarket hingga kafe kontemporer.

Tapi, bagaimana jika beberapa makanan sehat yang kita makan saat ini sebenarnya tidak sehat seperti yang terlihat? Sebab, variasi bahan dalam makanan sehat sering membuat kandungan gizinya berkurang.

7 Makanan Sehat Yang Ternyata Tidak Sehat
7 Makanan Sehat Yang Ternyata Tidak Sehat

Berikut adalah makanan sehat berlabel yang harus Anda perhatikan sebelum mengkonsumsinya:

1. Roti Bagel

Berdasarkan data NHLBI (National Heart, Paru, dan Darah Institute), Amerika, 20 tahun lalu roti bagel rata-rata hanya mengandung 140 kalori dan hampir bebas gula.

Tetapi karena ukuran bagel menjadi lebih bervariasi, kalori lebih banyak akan meningkat dan bahkan dua kali lipat. Apalagi sekarang ada banyak varian roti bagel yang dipadukan dengan isian manis dan asin. Ditambah indeks glikemik yang tinggi, terlalu banyak makan roti bagel dapat mempercepat peningkatan gula darah.

2. Sereal

Selain lebih praktis dan tidak membuat perut kenyang, sereal dipercaya tinggi serat. Nah, tentu saja kita juga sering menemukan aneka sereal rasa yang memiliki penampilan menarik. Di belakang yang tampaknya menggugah, sereal dengan berbagai rasa ini juga mengandung kadar gula yang tinggi.

Selain meningkatkan risiko obesitas, konsumsi gula yang berlebihan dapat membawa masalah pada kulit. Studi 2016 dari Medical University of Warsaw, Polandia, menunjukkan bahwa peningkatan gula darah dapat merangsang produksi minyak dan peradangan penyebab jerawat.

3. Granola

Granola bar sering menjadi pilihan untuk camilan sehat. Kombinasi kacang-kacangan di dalamnya diyakini meningkatkan asupan serat dan protein dalam tubuh.

Tapi, granola batangan biasanya juga dipadukan dengan buah kering untuk melelehkan cokelat sebagai perekatnya. Nah, bahan tambahan ini bisa meningkatkan gula darah jika dikonsumsi berlebihan. Alih-alih menambah energi, menurut jurnal National Library of Medicine 2009, granola kaya gula ini justru membuat tubuh lemah.

4. Yogurt

Yogurt sekarang tidak hanya identik dengan rasa asam. Banyak yogurt kemasan yang dipadukan dengan beragam buah-buahan untuk membuatnya terasa lebih legit.

Tapi seperti sereal dan granola batangan, penambahan bahan-bahan ini membuat kadar gula di dalamnya lebih tinggi. Selain itu, ada juga zat pengawet agar buah dalam yogurt lebih awet.

Nah, jika Anda ingin makan yogurt, sebaiknya pilih jenis yogurt yunani atau yogurt biasa. Kemudian kombinasikan dengan buah-buahan segar sebagai penambah rasa.

5. Salad instan

Mencari menu salad sekarang bukan hal yang sulit. Bahkan sekarang banyak supermarket menjual salad kemasan siap makan.

Meski penampilannya terlihat segar dan lebih praktis, Anda harus berpikir dua kali saat ingin membeli salad kemasan. Kebersihan dan kesegaran sayuran tidak dijamin, begitu juga saus saus sebagai pendamping.

6. Jus buah

Jus buah bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dengan cara cepat. Tapi yang terbaik adalah hati-hati memilih jus buah yang Anda beli, terutama jus buah botol siap minum.

Selain terbuat dari jus buah, jus buah kemasan biasanya diproses dengan tambahan gula dan perasa untuk memperkuat rasanya. Menurut jurnal Fruit Juice: Just Another Sugary Drink? diterbitkan pada tahun 2014, dua bahan tambahan dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

7. Pretzel

Selain rendah gula, pretzel dikenal sebagai camilan sehat dan rendah lemak. Tapi tahukah Anda? Sama seperti roti, bahan utama pretzel umumnya adalah tepung putih.

Tepung putih adalah makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi yang mempercepat peningkatan gula darah. Pretzel juga sering dikombinasikan dengan berbagai topping seperti gula,

Leave a Reply